Internet Smartphone

Apa Itu OTP? Ini Prinsip Kerja Kode OTP dan Fungsi OTP Terbaru 2020

Apa Itu OTP
Written by Josua Rifandy

Pada era yang serba digital seperti sekarang ini, penggunaan kode OTP (password sekali pakai) lewat SMS belakangan semakin banyak. OTP hampir digunakan pada berbagai platform pembayaran digital seperti Gojek, Grab, OVO, hingga media sosial, seperti Facebook dan Instagram.

Meski bersifat penting, masih banyak orang yang kurang familiar dengan kode OTP, sehingga menyebabkan banyaknya kasus pencurian uang digital. Lalu sebenarnya, apa itu OTP? Dan seperti apa prinsip kerja dan fungsi OTP?

Sebenarnya, Apa Itu OTP?


Kode OTP merupakan sebuah kunci keamanan dari platform pembayaran dan media sosial. Tak heran banyak peretas yang mengincar kode OTP ini. Bahkan banyak kasus pembobolan layanan pembayaran digital hingga kartu kredit kerap dilakukan dengan meminta pengguna memberikan kode ini. Biasanya pelaku akan menghubungi pengguna melalui telepon dengan mengatasnamakan platform yang digunakan, sehingga membuat korban langsung percaya.

Baca Juga : Apa Itu Kredit Bukalapak?

OTP yaitu one-time password yang berbentuk 4 hingga 6 digit yang dikirimkan melalui email atau SMS sebagai langkah untuk memperkuat autentikasi saat memasukkan ID dan password. Kini, OTP diberlakukan dalam setiap aplikasi terutama aplikasi dompet digital untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal.

Prinsip Kerja OTP dalam Sistem Pembayaran Digital


Apa Itu OTP

1. Hanya Digunakan Satu Kali

Seperti Namanya, OTP hanya boleh digunakan sekali saat menggunakan sistem transaksi apapun. Dengan begitu, hal ini berguna untuk mencegah adanya penyadapan kata sandi yang bisa digunakan oleh siapa saja.

2. Memiliki Batas Waktu

Biasanya, OTP yang sudah dikeluarkan hanya bisa digunakan dalam rentang waktu tertentu. Sebagai contoh, OTP yang ada pada token hanya bisa digunakan antara 3 hingga 6 menit. Setelah itu, OTP tidak bisa digunakan dan harus diminta lagi.

3. Konteksnya Sempit

OTP hanya bisa digunakan untuk kepentingan tertentu. Sebagai contoh, OTP pada akun bank hanya bisa digunakan sekali dan pada transaksi yang itu saja. Sehingga, hal ini juga mengurangi resiko terjadinya kecurangan.

Fungsi Kode OTP Untuk Sistem Pembayaran Digital


1. Menjaga Privasi

Bagi yang terbiasa menggunakan transaksi berbentuk aplikasi khususnya dalam transaksi perbankan mungkin enggan untuk menerima kode OTP berkali-kali. Karena selain memasukan Kode OTP diharuskan juga memasukan kode lain yaitu password transaksi. 

Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Nonton Netflix

Sebenarnya OTP merupakan kode yang relatif sangat aman menjaga privacy dalam melakukan transaksi karena memiliki waktu dan kode yang cukup acak, sehingga pihak-pihak yang mungkin berniat jahat memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk menyalahgunakan data akun pengguna.

2. Dari Transfer Bank Hingga Dompet Digital

Bagi pengguna m-banking, mungkin familiar dengan token bank. Token tersebut berguna untuk menghasilkan sejumlah nomor yang akan digunakan untuk otentikasi. Setelah itu, proses otentikasi berkembang dan digunakan oleh banyak orang terutama dompet digital.

Kelahiran dompet digital sebagai salah satu instrumen pembayaran membutuhkan OTP sebagai kata sandi yang digunakan untuk meningkatkan keamanan. Dengan begitu, ID pengguna akan tetap aman dan terhindarkan dari masalah.

Kini, OTP bisa digunakan tanpa token terutama hanya dengan email atau SMS. Ketika login, maka akan menerima OTP yang dikirimkan melalui SMS atau Email. Setelah itu, penggunanya tinggal memasukkan kode OTP tersebut.

3. Memproses dan Menyetujui Transaksi Internet Banking

Ketika akan menggunakan internet banking dan kemudian melakukan sebuah transaksi seperti transfer uang, kode verifikasi biasanya kode OTP akan dikirimkan pada nomor ponsel.

Kode tersebut adalah kode yang sangat rahasia, hanya valid untuk penggunaan tunggal dan pada batas waktu. Tanpa kode OTP bank, sebuah transaksi terhadap internet banking tidak bisa untuk diproses.

4. Mengubah Password Akun yang Lupa

Ketika akan menggunakan sebuah platform toko online seperti Shopee, Bukalapak atau Tokopedia termasuk WhatsApp dan akun media sosial Telegram, biasanya dimungkinkan mengubah password dengan cara mengirim kode OTP terlebih dahulu ke nomor Hp yang sudah terkoneksi dengan akun tersebut.

Termasuk, ketika mengakses aplikasi dengan perangkat seluler lain, sistem biasanya akan memproses verifikasi kode OTP untuk mengkonfirmasi akan login sebagai bukti pemegang seluler merupakan pemegang akun asli.

5. Mengganti Akun Bank Pada Website Toko Online

Ketika akan menjalankan bisnis secara online di salah satu toko online Indonesia misalnya Bukalapak, Lazada, Shopee, dan lain-lain. Kode OTP kemudian sangat berguna untuk mengelola data pembayaran untuk bank pada platform toko online yang akan digunakan.

Secara umum, ketika produk akan dijual secara online melalui shopee, Lazada, bukalapak, atau toko online lainnya yang akan menggunakan sebuah fitur akun bersama. Uang pembelian disimpan dalam dompet digital pada toko online yang akan digunakan.

Baca Juga : Apa Itu Telegram?

Uang hasil penjualan biasanya dapat dikumpulkan dan kemudian dibayarkan ke rekening bank yang dimiliki. Pada pandangan pertama, tidak ada masalah dengan jalur transaksi, tetapi jika ingin mengubah rekening bank di toko online, proses validasi biasanya dapat dilakukan dengan kode OTP yang telah dikirim ke nomor ponsel.

Jika aktivitas tersebut digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tanyakan kode OTP dan teruskan. Kemudian akses akun termasuk perubahan daftar bank dapat disalahgunakan. Dalam hal ini, uang dari penjualan akan ditransfer ke rekening bank pelaku.

Tips Agar Terhindar dari Penipuan Menggunakan Kode OTP


Apa Itu OTP

Untuk menghindari kasus pencurian dana online yang saat ini sedang marak. Berikut tips agar bisa terhindar dari kasus penipuan yang meminta Kode OTP:

1. Kenali Nomor Pelaku

Jika memang pihak Gojek, OVO, atau lembaga perbankan menelpon karena ada keperluan, seharusnya mereka menggunakan nomor resmi dari kantor yang berupa nomor telepon biasa, bukan nomor ponsel.

Sedangkan, kebanyakan kasus penipuan yang terjadi dilakukan oleh pelaku dengan nomor ponsel. Dari sini, harus hati-hati apabila menerima telepon masuk dari nomor tak dikenal.

2. Rahasiakan Kode OTP

One Time Password hanya ada satu kali saja dan bersifat sangat rahasia. Bahkan setiap ada kode OTP yang masuk, selalu dicantumkan supaya tidak memberitahukan kepada siapapun kecuali diri sendiri. Hal ini sangat berbahaya dan akan membuka celah bagi orang jahat untuk memanfaatkannya.

3. Lapor ke CS Bersangkutan

ketika mendapat telepon atas nama perusahaan besar yang diduga penipuan, segera lapor ke CS yang bersangkutan. Hal ini diharapkan dapat menjadi pencegah hal buruk terjadi pada orang lain. Pihak perusahaan seperti Gojek, OVO, atau Bank setidaknya bisa memberikan pengarahan lebih lanjut kepada para pelanggannya.

4. Jangan Sebarkan Informasi Kartu

Hal ini berlaku pada kasus penipuan yang memanfaatkan kartu milik korban, baik itu kartu kredit ataupun debit. Data berupa nomor kartu, dan 3 digit CVV yang ada di belakang kartu, termasuk nama yang tertera, hingga masa kadaluarsa kartu harus dirahasiakan.

Apabila ada orang yang tidak bertanggung jawab berhasil mengambil seluruh informasi tersebut, terlebih dengan kode OTP, maka sudah dipastikan transaksi apapun bisa digunakan oleh pelaku dengan menggunakan dana dan identitas korban.

Itulah informasi mengenai apa itu OTP dan bagaimana prinsip kerja OTP dalam sistem pembayaran digital. Memahami apa itu OTP menjadi hal yang penting untuk dilakukan supaya dapat mempermudah setiap transaksi pembayaran digital dan sekaligus menjaga keamanan dompet digital para pengguna.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Pressburner.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Penulis.

About the author

Josua Rifandy

Ordinary Man!

Leave a Comment