Tips Internet Internet

Menjaga Privasi Online: Semua Hal yang Wajib Diketahui

Menjaga Privasi Online
Written by Josua Rifandy

Menelusuri internet dan berbagai media sosial adalah kegiatan yang sudah menjadi keseharian banyak orang saat ini. Saat ini, semakin banyak publik yang bermigrasi ke platform digital, sehingga pengguna akan dipaksa untuk menyesuaikan diri untuk menjaga Privasi Online kita. Hal ini terbukti dari data penggunaan internet rumahan yang telah mencapai 73,75% dari seluruh penduduk Indonesia.

Tetapi dengan meningkatnya penggunaan jaringan internet, muncul juga satu masalah baru yang muncul: privasi online. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari potensi ancaman terhadap privasi online beserta solusi untuk mencegahnya.

Apa itu Privasi Online?

Privasi online adalah tingkat perlindungan kerahasiaan yang dimiliki oleh pengguna saat terhubung ke jaringan internet. Perlindungan pada privasi online dapat berupa kerahasiaan informasi pribadi, data keuangan, jalur komunikasi, dan minat/ketertarikan pengguna tersebut.

Pada umumnya, privasi online dapat dilindungi dengan menggunakan kata sandi yang kuat, mematikan fitur pelacakan, dan menggunakan program lain seperti VPN dan firewall.

Mengapa Privasi Online itu Penting?

Privasi online adalah hal yang sangat penting di era digital ini. Pasalnya, sebagian besar media sosial dan layanan online yang digunakan saat ini menyimpan informasi-informasi penting seperti alamat, nomor telepon, nomor KTP, dan sebagainya. Maka dari itu, kerahasiaan data-data tersebut sudah seharusnya terjamin.

Tentunya, tidak ada pengguna yang ingin informasi pribadinya diketahui oleh orang lain yang mungkin saja memiliki niat buruk terhadap mereka. Kebocoran informasi pribadi dalam dunia maya dapat berujung ke berbagai risiko tindak kriminal siber dan berbagai ancaman lainnya.

Hal yang Dapat Mengancam Privasi Online

Kebocoran informasi dan data pribadi akan memunculkan risiko terjadinya berbagai tindak kriminal siber yang merugikan. Ada banyak cara yang digunakan oleh penjahat siber dalam menyalahgunakan informasi Anda, berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Phishing

Menjaga Privasi Online
(Sumber : Canva Premium)

Phishing adalah sebuah upaya pencurian informasi pribadi seperti nama akun, kata sandi, atau kode otentikasi melalui email, telepon, pesan teks atau tautan.

Pada umumnya, pelaku phising akan mengatasnamakan dirinya menjadi sebuah organisasi, perusahaan, atau instansi terpercaya agar calon korban lebih mudah percaya dan memberikan data pribadinya.

Baca Juga : Apa Itu Phising? Mengenal Prinsip dan Cara Kerja Phising

2. Pencurian identitas

Apabila informasi pribadi seorang pengguna dicuri oleh pihak tak dikenal, maka ada risiko besar pengguna tersebut akan menjadi korban pencurian identitas.

Para pencuri identitas biasanya menggunakan nama korban untuk meminta uang kepada keluarga dan kerabat dengan dalih keadaan darurat. Beberapa kasus pencurian identitas juga menggunakan nama korban untuk mengajukan pinjaman besar dari bank atau penyedia pinjaman lainnya.

3. Penipuan dan pemerasan

Menurut data dari Kominfo, terdapat lebih dari 13 ribu kasus penipuan online yang terjadi sepanjang tahun 2021. Hal ini seringkali disebabkan oleh virus berjenis ransomware yang akan mengunci semua file yang ada pada komputer pengguna.

Untuk membuka aksesnya, pembuat virus tersebut akan meminta sejumlah uang. Pada umumnya, penipuan dan pemerasan online ini berawal dari kecerobohan saat mengunduh file dan tidak adanya program antivirus pada perangkat.

4. Pelacakan lokasi

Pelacakan lokasi adalah sebuah ancaman terhadap privasi online yang seringkali dianggap remeh. Sebagian besar smartphone yang digunakan saat ini sudah memiliki fitur GPS yang selalu melacak lokasi penggunanya.

Untuk beberapa kasus tertentu seperti taksi online dan delivery makanan, pelacakan lokasi dapat meningkatkan pengalaman penggunanya. Masalahnya, saat ini ada banyak sekali aplikasi yang tidak jelas kredibilitasnya. Aplikasi-aplikasi ini seringkali melacak lokasi pengguna dan menyalahgunakan informasinya.

Cara Menjaga Privasi Online

Untuk mengurangi risiko terjadinya kejahatan siber seperti yang disebutkan di atas,ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan. Berikut adalah 5 solusi menjaga privasi online Anda.

1. Hindari penggunaan jaringan Wifi Publik

Menjaga Privasi Online
(Sumber : Canva Premium)

Jaringan WiFi gratis yang biasanya terdapat di fasilitas publik memang sangat menggoda karena pada umumnya jaringan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Tetapi jaringan WiFi publik tersebut dapat membuka risiko terjadinya pencurian informasi dan peretasan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Jika tidak dalam keadaan darurat, hindari penggunaan WiFi publik terutama untuk keperluan transaksi finansial atau mengakses informasi pribadi lainnya.

2. Gunakan kata sandi unik untuk setiap akun

Kebanyakan pengguna internet tak mau direpotkan dengan mengingat banyak kata sandi, sehingga mereka menggunakan kata sandi yang sama untuk semua akun mereka. Penggunaan kata sandi yang sama adalah salah satu hal yang mempermudah peretas untuk mencuri informasi dan mengakses semua akun korbannya.

Hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk akun yang berbeda. Jika tak ingin repot mengingat puluhan kata sandi berbeda, gunakanlah tool penyimpan kata sandi seperti Bitwarden, dan Dashlane.

Selain menyimpan kata sandi, biasanya tools seperti di atas juga memiliki fitur password generator yang dapat membuat kata sandi unik dan kuat sehingga sulit untuk diretas.

3. Aktifkan Two-Factor Authentication

Mengaktifkan two-factor authentication (TFA) atau otentikasi ganda berarti menambahkan lapisan keamanan akun. TFA pada umumnya menghubungkan akun dengan nomor telepon atau email sebagai media verifikasi akses.

Baca Juga : Apa Itu OTP? Ini Prinsip Kerja Kode OTP dan Fungsi OTP Terbaru

Menggunakan TFA pada sebuah akun berarti menghalangi akun tersebut untuk digunakan pada perangkat tak dikenal tanpa verifikasi identitas pengguna tersebut.

4. Gunakan Antivirus pada Perangkat

Maraknya penyebaran virus komputer berjenis ransomware patut menjadi perhatian khusus, terutama untuk pengguna yang sering mengunduh file dari internet.

Menginstal program antivirus seperti Windows Defender adalah salah satu langkah sederhana yang dapat melindungi keamanan perangkat dan data diri pengguna dari virus dan malware komputer.

5. Gunakan VPN pada semua perangkat

Virtual private network (VPN) adalah layanan yang menyediakan sambungan internet yang aman dengan mengubah jalur koneksi melalui server yang menyembunyikan informasi dan pertukaran data yang terjadi.

Cara kerja VPN adalah menghubungkan pengguna dengan server khusus yang bertugas untuk mengacak dan menyembunyikan informasi pribadi seperti IP address, penyedia internet, jenis perangkat yang digunakan, dan lokasi pengguna. Ilustrasi di bawah ini adalah gambaran singkat tentang bagaimana VPN dapat melindungi privasi online penggunanya.

Menjaga Privasi Online
(Sumber : Canva Premium)

Dengan menutupi informasi pribadi pengguna, VPN meningkatkan privasi online saat menjelajahi berbagai situs di internet baik melalui PC maupun smartphone.

Sebagai hasilnya, kemungkinan terjadinya tindak kejahatan siber pada pengguna VPN akan menurun drastis. Selain melindungi informasi pribadi, menggunakan VPN di Indonesia juga bermanfaat untuk mengakses konten regional serta membuka situs-situs yang diblokir.

Dengan kata lain, VPN dapat memberikan perlindungan privasi online dengan mudah dan praktis saat Anda menelusuri internet menggunakan komputer ataupun smartphone.

Baca Juga : Apa Itu VPN dan Apa yang Perlu Diketahui Tentang VPN

Kesimpulan

Keamanan dan privasi online adalah sebuah hal penting yang seringkali dilupakan di era serba digital ini. Dengan kebocoran data dan hilangnya privasi online, banyak tindakan ilegal yang dapat menimpa pengguna.

Berbagai langkah pencegahan seperti menggunakan VPN, menghindari WiFi umum, dan memperkuat kata kunci sebaiknya dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kebocoran informasi yang mengancam privasi online para pengguna.

Data pribadi adalah informasi sensitif yang sebaiknya dijaga kerahasiaannya, terutama saat terhubung ke internet. Maka dari itu, bijaklah dalam berinternet dan terapkan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi pencurian data pribadi dan tindak kriminal siber.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Pressburner.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital.

Leave a Comment